Halo……Iwan ada ?……Kemana ?……Dengan siapa ?……Ada apa di sana ?……Sudah lama ?……Jam berapa pulangnya ?……Ini dengan siapa ?……Tolong sampaikan……ini dari Iwan……Jangan tertawa !……Temannya………

Lihatlah… hampir semua itu adalah pertanyaan. Anda tidak tahu pasti apa jawabannya. Tetapi secara umum anda dapat menyimpulkan.

  • Pertanyaan pertama dilanjutkan dengan pertanyaan kedua dan seterusnya.
  • Pertanyaan kedua tidak sama dengan pertanyaan pertama dan seterusnya.
  • Pertanyaan kedua muncul sehubungan dengan pertanyaan pertama dan seterusnya.
  • Jika tidak ada jawaban, maka pertanyaan kedua dan seterusnya tidak akan muncul serta tidak akan berbeda dari pertanyaan pertama.
  • Jika tidak ada pertanyaan, maka tidak akan ada jawaban.
  • Kwalitas jawaban sebanding dengan kwalitas pertanyaan.

Seperti itulah jika anda bertanya kepada diri anda sendiri tentang siapakah anda. Jawabanlah yang merangkai semua pertanyaan-pertanyaan anda. Di jawaban itu pula bercampurnya beragam jawaban yang datang dari akal, hati, syetan, malaikat dan Allah. Dapatkah anda mendengarkan dan memisahkan jawaban Allah dari jawaban-jawaban lainnya ?

Maka pengetahuan dan keyakinan anda adalah kesimpulan anda.

Bersyukurlah karena adanya petunjuk. Dengan ‘petunjuk’, anda tidak perlu bertanya, lagipula tidak perlu menunggu jawaban.

Pengumuman !
Iwan dan Iin sedang pergi ke rumah abangnya menghadiri hari ulang tahun keponakannya dari jam 9.00 hingga kira-kira jam 12.00.
Tertanda Nur.

9 Tanggapan to “Siapa Iwan”

  1. Adi Says:

    Sebelum pertanyaan muncul.deklarasikan dulu. Tapi jadi ndak asyik lagi…. Weeeelllllleeeeehhhhhhhh….. emang kita suka hal yang rahasia,begitu buntu…..manassszzzz. Yang terpenting selalu mo tau aja,jadi ndak kayak ROBOT.

  2. artikelislami Says:

    Jika Anda menuduh TV sebagai Dajjal, mengapa Anda tidak menuduh internet ebagai Dajjal?
    Bukankah di internet terdapat film2 yg lebih merusak dari pada di TV?
    Bukankah internet lebih bisa mengarungi dunia?
    Apa yg Anda tulis di Indonesia bisa dilihat oleh seluruh dunia, tetapi stasiun TV belum tentu bisa seperti itu. Umumnya hanya nasional dan negara tetangga.
    Jika benar internet adalah Dajjal, maka Anda telah menjadi pengikut Dajjal karena aktif di internet.
    Jadi lebih baik Anda berhenti menggunakan internet jika Anda masih menganggap bahwa Dajjal itu bukanlah seperti yang dibayangkan kebanyakan orang berdasarkan hadits Nabi.


  3. Ada persamaan antara TV dan internet :
    • Sama-sama menyuguhkan informasi dalam jarak berjauhan.
    • Sama-sama menyuguhkan informasi buruk – tak berguna – baik.
    • Sama-sama terhambat oleh kendala bahasa dalam penyebaran.

    Ada beberapa perbedaan antara TV dan internet.
    TV : memberikan informasi satu arah kepada penonton atau lebih banyak penonton untuk hanya 1 TV.
    e : memberikan informasi satu arah, dua arah, kepada pengguna yang umumnya 1 PC – 1 person.

    TV : lebih bersifat publikasi. Lebih bergambar dan lebih bersuara.
    e : lebih bersifat komunikasi. Cenderung teks dan kurang bergambar atau bersuara.

    TV : relatif lebih murah, dalam pendistribusian
    e : relatif lebih mahal

    TV : lebih duluan ada dari pada internet. Pengembangan radio-telekomunikasi, bergambar-bergerak (video) semakin perfect, direct conection, Tele Vision.
    e : berasal dari manfaat PC. Pengembangan dari PC, dilengkapi jaringan dan radio-telekomunikasi, teks, gambar, multimedia; beragam koneksi, sharing informasi. Pemakaian video / multimedia masih terbatas dan bukan agenda utama.

    TV : dipilih berdasar chanel.
    e : dipilih berdasar ‘pencarian’ dan ‘click’. (disinilah mungkin maksud anda sebagai pengikut Dajjal)

    TV : suguhan tak terbendung, sukar dibendung. Membangkitkan daya tarik.
    e : suguhan berdasar pilihan, hanya bergantung keinginan pengguna. Hanya apabila orang terkoneksi.

    Di lingkungan saya, ternyata banyak orang tidak mengetahui apa itu Dajjal. Pengetahuan saya mengenai Dajjal lebih banyak diperluas melalui internet. Sementara informasi yang diperoleh belum ada yang spesifik, orang-2 masih banyak membicarakan ciri, ketimbang dampak sesungguhnya.

    Sementara saya masih belum mengerti dengan apa yang anda sebut sebagai : “……Anda masih menganggap bahwa Dajjal itu bukanlah seperti yang dibayangkan kebanyakan orang berdasarkan hadits Nabi…..”; dari pernyataan ini, saya pikir anda telah mengetahui apa itu Dajjal. Tetapi nampaknya ada semacam kesepakatan tersembunyi mengenai apakah Dajjal yang telah orang-orang itu ketahui. Terus terang bahwa saya tidak pernah berguru kepada seseorang mengenai Dajjal, sebab tidak banyak yang mengetahui.

    Penelitian saya selanjutnya adalah tentang ‘mata’, dan ‘fitnah’……. Barangkali ada yang bisa membantu ?

  4. Adi Says:

    Internet mungkin lebih mirip dengan keadaan yg digambarkan oleh Allah pada salah satu ayatnya,yang isinya kurang lebih seperti ini “Suatu saat akan AKU bangkitkan mahluk dari tanah/bumi,dimana kamu bisa bertanya tentang apapun kepadanya” coba telaah sedikit apa yg dibangkitkan dari tanah? Dunia Silikon.Bahkan satelit yg menghubungkan ini yg ada di angkasa,termasuk dunia silikon. Tanah/bumi…berbasis silikon. Silahkan kamu bertanya tentang apapun,lepaskan segala norma serta dapatkan semua akses,maka semua akan terjawab di dunia ini. Selamat datang wahai mahluk (compi dan koneksinya)yg telah dijanjikan Allah kedatangannya.

    Kalo komik zaman dulu sih,gambarannya lebih mirip Dinosaurus atau T-rex. Kalo pernah membaca sih. Masa kedatangannya menyusul kedatangan Dajjal sebelum turunnya seseorang yg dijanjikan lagi (Versi penganut syiah sih katanya Imam Mahdi) Tapi kalo merujuk Qur`an lebih kepada Dzulkanain yang artinya Bertanduk Dua (Apa ya maksud nama ini,nama apa sifat?). Bagi saya janji Allah telah ditepati. Tinggal menunggu janji selanjutnya,tinggal sedikit waktu lagi. Semoga semua orang diselamatkan Allah. Karena masa yg dijanjikan ini teramat sangat berat dan teramat sangat dekat.

  5. sadadi Says:

    Terima kasih atas pencerahan afirmasi/kata hati untuk membimbing matahati yang akan memperdalam bahasan makna melihat.

    Izinkan saya menyapa dengan salam (assalamualaikum wr.wb) di dalam ruang maya yang mungkin seperti mimpi. Namun tidak ada yang kebetulan dalam suatu pertemuan meski hanya mimpi.

    Betapa indahnya perjalanan “menuju kepada Allah” sesuai semangat Blog mas Iwan.


  6. @Adi
    Apakah itu di Hadist ato di Al-quran ? Saya juga pernah mendengar kisah itu. Kalo tidak salah, ‘binatang melata yang keluar dari bumi’. Ada juga istilah Daabah. Apakah maksudnya ini ?

    @sadadi
    Terima kasih atas supportnya. Kita sama-sama belajar. Semoga kita di jalan yang benar. Amin.

  7. rezakahar Says:

    Banyak Hadist Shahih yang menceritakan siapa Dajjal, orang tuanya, bangsanya, pengikutnya, fitnahnya, bahkan yang bertemu dengannya di zaman Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasallam, juga ketika nanti dia mengepung Madinah dan membuat gempa, ketika dia Mengepung pasukan Imam Mahdi di Masjid Menara Putih Damaskus, dan Ketika Dajjal pun dibunuh oleh Isa ‘alaihissalam, dan akhirnya Ya’juj Ma’juj pun keluar

  8. gtdv Says:

    alo mas Iwan, saya salah satu orang yang mengamati sifat dasar dajjal dari kelas 1 SD . dulu, Ayahanda saya memberikan buku bergambar tentang dajjal, yang penggambarannya sedemikian gamblang. gambalng dalam artian mahkluk raksasa. rasa penasaran saya tidak pernah berhenti sejak itu. ketakutan akan masuk kelompok dia. saya penasaran, sehingga banyak buku2 tentang dajjal yang saya bca untuk mewaspadai gerakan dia.

    akhirnya saya sedikit mengerti, ia adalah akar yahudi yang sudah tampak pada era sejak saya masuk dunia SMA. apalagi saya bekerja di stasiun TV nasional, bekerja dalam sebuah media membuatsaya tersiksa kadang. karena penuh dengan kebohongan publik. TV saat ini bukan media seperti jaman era perang dunia dan gerakan kemerdekaan, TV adalahpemenuhan hawa nafsu dan intrik2 bisnis sesat manusia. saya tetap bertahan bekerja didunia ini, karena saya masih penasaran dimanakah Dajjal berada. dalam hati kecil saya, sungguh dunia ini sudah terasuk fitnah dajjal. sistem pertelevisian saya banyak mengerti, dan itulah saya sudah menduga sejak jenjang bangku kuliah, dajjal sudah muncul hanya saja belum kentara. yang satu lagi ciri fisik dajjal: berambut keriting, berkulit merah… sedikit sudah saya pahami tapi saya masih meraba2. keriting mungkin gelombang magnetik atau sinyal televisi, dan merah adalah mungkin negara2 adikuasa yang dominan berfisik berkulit putih kemerahan penyebar film2. ah entahlah, saya juga masih mencari siapa dia. Tapi saya yakin, ia dajjal juga manusia yang berani mengendalikan dunia lewat teknologi.

    allohuallam…


  9. Hallo gtdv.

    Kisahmu itu sudah sangat mirip dengan pengalaman masa kecilku. Sejak membaca komik itu, aku pun mencari siapakah Dajjal sesungguhnya. Hasilnya, tidak pernah ketemukan, tidak pernah terbayangkan. Namun bila kulihat dunia saat itu, kenapa semakin banyak yang aneh dan semakin banyak yang menyimpang. Tentulah semua orang ini, termasuk saya sendiri, telah dipengaruhi oleh sesuatu yang gak jelas. Kita hanya bisa melihat hasil dan kenyataan yang ada. Sementara siapa sesungguhnya tokoh di balik penyimpangan ini tidak kita ketahui.

    Syukurlah saya pada tahun 1997, bermimpi teramat jelas sekali. Saking aneh dan jelasnya mimpi itu membuat saya selalu teringat. Kemudian saya berfikir.

    Ada serombongan makhluk dari ruang angkasa, turun di malam hari dengan suara seperti tali yang diputar, wut..wut..wut.., bersenjata lengkap dan canggih. Mereka akan membunuh siapa saja yang terlihat pada waktu itu. Aku termasuk orang yang dikejar-kejarnya untuk dibunuh. Untungnya aku dapat menyelamatkan diri dengan bersembunyi.

    Mimpi yang panjang. Seperti cerita filem. Berlanjut. Ketika hari sudah pagi (masih dalam mimpi). Aku pergi ke Alun-alun di kotaku. Di sana telah ramai orang berkumpul. Entah ada acara apa di situ. Aku terkejut ketika melihat ke atas, ada sebuah layar TV yang besar sekali, melayang dan mengambang di udara, tanpa tiang.

    Tiba-tiba, kudengar lagi suara tali yang diputar dari balik layar TV yang besar itu, wut..wut..wut.., makin cepat dan makin keras. Begitu mendengar suara itu, aku langsung berteriak memperingatkan orang-orang. Tapi sayang. Tidak ada seorang pun yang perduli. Aku pun berlari menyelamatkan diri.

    Itulah kisah mimpiku yang begitu jelas, seolah aku sungguh mengalami. Mimpi itulah yang telah membawaku ke Dajjal ini.

    Kalimatmu yang terakhir itu sangat kusetujui. Hanya saja, harus kita sadari, bahwa si manusia yang melakukan itupun barangkali tidak menyadari apa yang dilakukannya dan apa yang menjadi hasilnya.

    Kalau kamu tidak percaya, cobalah katakan suatu pendapatmu kepada 10 orang. Hitunglah jumlah orang yang mengerti dan sependapat denganmu. Sisanya, seringkali di luar dugaanmu. Kemudian, beritakanlah pendapatmu di media massa (TV). Dapatkah kamu menghitung jumlah orang yang tidak sependapat denganmu ?

    Jika TV telah sering memberitakan kejahatan demonstrasi, kanibalisme, mutilasi, sodomi, bunuh diri, dll; Jika TV tidak pernah perduli siapa saja yang menonton berita itu; Jika TV sangat tertarik pada pemberitaan-2 seperti itu; Artinya, di antara sejuta pemirsa, tidak mustahil akan ada peniru yang berfikir, bahwa ini telah menjadi lumrah dilakukan di zaman ini. Demikianlah nilai-nilai kemanusiaan bergerser tanpa disadari.

    Inilah satu peringatan bagi kita semua.

    Sebenarnya saya hanya bermaksud memperingatkan saja. Barangkali tokoh Dajjal yang kita tunggu-tunggu ternyata tidak pernah muncul, dan sementara dampaknya telah begitu nyata.

    Wahai saudara-saudari, jika apa yang ada di sekitarmu telah terlihat begitu menyakitkan, telah begitu menyimpang, cobalah cari penyebabnya dari jarak dekat. Barangkali diri kita pun telah terikat sebagai penyebab. Karena Dajjal menyebarkan perkataan-perkataan yang membingungkan. Kesesatan, amatlah sukar untuk disadari.

    Salam hangat dari saya, semoga kita mendapat petunjuk.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s